CIREBON – Ketua dan jajaran Komisi III DPRD Kota Cirebon menjenguk langsung para korban diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiga rumah sakit, Selasa (20/10/2026) malam.
Andrie Sulistio SE bersama Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH serta anggota Komisi III Prisilia dan Indra Kusumah Setiawan AMd mendatangi RS Siloam Putra Bahagia, RS Ciremai, dan RSUD Gunung Jati.
Tinjauan tersebut dilakukan guna memastikan pasien mendapat perawatan medis dan ketersediaan obat di rumah sakit. Para legislator tersebut meminta pihak rumah sakit tidak menolak pasien yang membutuhkan pertolongan pertama.

“Kami ingin memastikan bahwa pasien yang diduga kercunan makanan MBG ini ditangani dengan baik dan memastikan bahwa ketersediaan obat pun ada,” ujar Andrie.
Dugaan keracunan tersebut menimpa siswa SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Saat meninjau RSUD Gunung Jati sekitar pukul 22.00 WIB, Andrie menyebut terdapat 41 pasien yang diduga mengalami keracunan MBG di rumah sakit tersebut.
Baca Juga : Dokter Spesialis Sampaikan Keluhan ke DPRD, Minta Benahi Persoalan RSD Gunungjati
“Kami dari DPRD sangat prihatin atas kejadian ini dan berharap kejadian ini cepat selesai. Anak-anak juga bisa pulih, sehat, dan kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPPG Cirebon, Yulian Septa Pratama mengatakan, seluruh anak terdampak telah mendapatkan perawatan. Ia menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terkait dengan kejadian tersebut telah dihentikan sementara operasionalnya hingga batas waktu belum ditentukan.

“Per malam ini SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Yulian.
Mengenai penyebab kejadian, Yulian mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah diambil.
“Kalau untuk dugaan dari mana, kita masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Yulian juga menyampaikan biaya penanganan medis para korban akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara itu, jumlah korban masih dalam pendataan dan akan diperbarui setelah data terkumpul. (Humas DPRD Kota Cirebon)